July 14, 2014

[FF] Roommate 1


Author: Salsabila Khansa (@_skhansa)
Main Cast
  • G-Dragon
  • TOP
  • CL
  • Park Bom
  • Jessica,
  • Nana
  • Chorong
  • Kris,
  • Jinyoung,
  • Donghae.
Note: Hei! I come with a new FF. I'll still working the others hope you will wait. Sekarang yang ini dulu ya. Oh.. dan yang bertanya-tanya 'Kemana Donghae?' setelah baca ini, maaf ya, Donghae baru muncul di chapter berikutnya. Enjoy!

*Roommate*

“Bagaimana? Sudah dapat?” tanya Seunghyun.

Dengan kesal Jiyoung melempar koran di tangannya itu ke meja. “Belum. Should we really do this hyung? Kita bisa menyewa salah satu apartement itu saja kan?”

“Tempat seperti itu terlalu rawan.” jawabnya tanpa memalingkan pandangan dari  tablet ditangan.

Jiyoung memberengut kemudian mengambil kembali koran yang tadi dilemparnya. Dia tidak berdaya melawan perintah hyungnya itu.

“Permisi. Ini pesanan kalian.” seorang pelayan wanita berambut pirang meletakkan dua gelas Americano beserta dua piring cheese cake di atas meja.

“Chorong!” panggil seorang dari meja bartender.

“Ne! Jamkamannyo.” dia kemudian berbalik dan tersenyum pada Jiyong dan Seunghyun. “Selamat menikmati!”

 “Meja nomor 4!” seru bartender itu seraya menyerahkan sebuah strawberry cake pada Chorong.

“Ne.”

*Roommate*

 “Baiklah oppa… aku tahu… kali ini akan aku tuntaskan. Tidak akan kulepaskan lagi… baiklah… baiklah…” ucap seorang wanita dengan ponsel menempel ditelinga.

“Permisi. Pesanan anda.” Chorong meletakan strawberry cake itu di meja wanita itu. “Selamat menikmati.”
Chorong lalu kembali ke meja bartender. “Ada lagi bos?”

“No. Kau sudah berkerja keras. Oh iya, pagi ini aku melihat iklan seseorang menyewakan kamarnya di koran. Katanya kau butuh tempat tinggal baru.”

“Jinjja? Ne. Masa kontrakku sudah habis dan pemiliknya menaikan harga sewa. Aku harus mencari tempat tinggal yang baru. Yang lebih murah tentunya.”

“Kalau begitu pas sekali. Kurasa harganya juga tidak terlalu mahal. Lagi pula kau perlu uang lebih untuk kuliahmu kan? Ini alamatnya. Pergilah besok!”

“Baiklah.”

*Roommate*

Malam telah larut. Dengan langkah cepat dia menyusuri gang-gang kecil itu sebelah tangan tetap menarik koper hijaunya. Saat itu fikirannya kalut, dia hanya ingin cepat lari menjauh. Sudah cukup penderitaannya.

Suasana gang sangat sepi hanya suara anjing melong-long yang terdengar. Wanita yang terjatuh untuk beberapa kali tapi tetap berdiri kembali. Dia yang waktu itu hanya memakai sepotong celana pendek harus menahan rasa sakit dan dingin di kakinya. Tetap berlari sejauh mungkin.

‘BUKKK’

Kali ini dia terjatuh lagi tapi saat dia mendongakkan kepalanya ternyata dia menabrak seseorang. Mata bulat wanita itu menatap dalam mata pria itu. Bukan hanya penampangan pria itu saja tapi matanya juga sangat dingin menggambarkan keangkuhan.

“Seunghyun hyung!” panggil seseorang. “Aku sudah membeli birnya.”

Pria itu sekali lagi menunjukan tatapan dinginnya pada wanita yang ketakutan itu sebelum mengalihkan pandangannya dan pergi.

*Roommate*

Nada dering ponsel mulai memenuhi kamar Jessica. Jessica yang masih malas untuk membuka matanya malah menaikan selimut menutupi kepalanya. Untuk sementara dering ponsel itu mereda.  Tapi kemudian ponsel itu berdering lagi, satu kali, dua kali, dia abaikan. Sampai yang ketiga kalinya ponsel itu akhirnya membuat Jessica membuka matanya.

“Aiish…! Siapa sih pagi-pagi begini.” keluhnya. “Hallo!!... Siapa ini?... Siapa?? Oh ajummha, jwesonghaeyo, aku tidak tau ini ajummha… Ajummha, apa benar-benar tidak ada keringanan?... Biarkan aku tinggal disini beberapa hari lagi. Tolonglah aku belum menemukan tempat tinggal… Tidak bisa ya?... Ne, arassoyo.”

Jessica mendesah saat ajummha pemilik flatnya menutup telepon. Dia kembali mendesah saat melihat koper-kopernya berderet didekat pintu. Ya, dia harus meninggalkan flat yang sudah ditinggalinya selama dua tahun itu karena ajummha itu akan menjual flatnya itu kepada orang lain. Jessica sudah mengemas barangnya semalam tapi dia belum siap meninggalkan flat itu apalagi dikondisinya yang belum menemukan tempat baru.
Dia pun bersiap-siap, mandi lalu mengganti pakaiannya. Dia mengeluarkan kopernya, sebelum itu dia menolehkan kepalanya menatap ke dalam flat itu. “Annyeong!” ucapnya.

Dengan langkah berat dia pun meninggalkan flat itu. Tidak tau harus kemana, dia akhirnya duduk disebuah halte bus. Rasa bosannya mendorongnya untuk membaca koran yang ditinggalkan orang-orang disana. Setelah membolak-balik mencari bacaan yang menarik Sica akhirnya menemukan sebuah iklan yang menyatakan menyewakan kamarnnya.

“Kurasa ini bisa dicoba. Daripada aku harus tinggal di motel.”

*Roommate*

“Jadi kau yang menghubungiku kemarin?”

“Ne, ajummha. Aku Nana.”

“Kau ingin menyewa kamar?”

“Ne. Aku baru datang dari Chuncheon, jadi aku butuh tempat tinggal yang murah.”

“Jinjja? Untuk apa kau ke Seoul?”

“Aku aku mengikuti audisi menjadi model di Seoul.”

“Hmm… baiklah… baiklah… satu kamar $35. Bagaimana?”

“$35 ya?” Nana Nampak berfikir sebentar. “Baiklah ajummha.”

“Kalau begitu ayo ikut, aku tunjukan tempatnya.”

*Roommate*

Wanita berkacamata itu berjalan dengan hati-hati, mencoba bersikap biasa saja. Matanya tetap focus pada apa yang sedang dikerjakannya.

Tanpa disadarinya seorang wanita pingsan dan menimpa dirinya. “Ah sh*t! Apa lagi ini?”

Dia mencoba mengangkat wanita itu mencoba mendudukannya. “Hey! Bangun!” dia menampar kecil wajah wanita itu.

Wajah wanita itu pucat seakan darahnya telah terserap pergi entah kemana. Dia mendesah pelan karena wanita itu tak bangun-bangun.

“Hey! Kau tidak apa-apa?”

Wanita pingsan itu perlahan menggerakan kepalanya. Kesadarannya mulai kembali. “Kau siapa?”

“Kau siapa katamu? Kau yang siapa? Tiba-tiba pingsan diatas tubuh orang.”

Wanita itu memegangi kepalanya yang mungkin terasa sakit. “Aku Bom. Maaf merepotkanmu.”

Bom mencoba berdiri walaupun susah. Wanita berkacamata itu mengamati Bom, dari kepala sampai ujung kakinya. Kaki panjang Bom yang putih sekarang memar-memar dan berdarah.

“Namamu siapa?” tanya Bom.

“Aku? Uh… itu… namaku… uh… Chaerin.”

“Oh Chaerin.”

“Kau mau kemana? Kau terlihat... berantakan.”

“Ah.. itu.. aku sedang mencari tempat tinggal.”

“Begitu rupannya.”

Mereka berdua berjalan bersama. Untuk sesaat Chaerin melupakan apa yang harus dikerjakannya.

*Roommate*

Chorong melihat kertas pemberian bosnya kemarin. Alamat tempat disewakan kamar itu. “Sepertinya memang yang ini.”

Chorong memandang ke depannya tidak yakin. Pasalnya gedung itu kelihatan sudah tua sekali. Dengan cet merah terang yang pastinya sudah terlihat kusam seiring waktu. Jendela-jendelanya pun sudah dalam kondisi yang tidak bagus.


Dengan teliti matanya melihat gedung itu sampai ketika seseorang keluar dari gedung itu. Seorang pria berambut golden sepertinya. Digendongnya gitar dibelakang punggungnya. Tatapannya dingin.

“Jogiyo! Apa benar ini disini?” Chorong menunjukan alamatnya.

“Ne.”

“Ah begitu rupanya. Apa kau penyewa disini?”

“Mian, aku sibuk. Kalau kau mau bertanya, tanya sama ajummha itu. Dia pemiliknya.” tunjuknya kebalik bahu Chorong. Chorong pun menoleh.

Seorang ajummha bersama seorang agashi cantik sedang menuju ke arahnya. Dia pun menoleh kembali tapi namja itu telah pergi. “Dingin sekali.” ucapnya.

“Agashi siapa?” tanya ajummha itu.

“Annyeonghaseyo. Aku Park Chorong. Aku ingin menyewa.”

“Begitu ya? Kebetulan agashi ini juga ingin menyewa.”

“Aku Nana.”

Mereka hendak memasuki gedung itu sesuai perintah ajummha itu tapi…

“Jogiyo. Maaf tapi apa benar disini disewakan kamar?”

Seorang agashi lain muncul dengan dua buah koper ditanganya. “Aku ingin menyewa.” ucapnya.

“Benar. Masuklah. Ayo ayo!” suruh ajummha itu.

*Roommate*

“Kau mau kemana?” tanya Chaerin.

“Mencari tempat tinggal.”

Dari penampilannya dan koper ditangan Chaerin sudah bisa menebak bahwa dia terlantar tanpa rumah. “Dimana?”

“Semalam aku mendapat alamat ini di internet. Letaknya di pinggiran Seoul dan harganya murah.” dia menunjukan alamat di ponselnya.

“Ini disekitar sini kan?”

“Eum.. ah! Kurasa disana.” tunjuk Bom. “Mau menemaniku masuk?”

Chaerin yang kasihan pada Bom tidak tega apabila dia harus meninggalkan wanita ini sebelum dia pasti menemukan tempat tinggal. “Baiklah.”

*Roommate*

Ajummha dan ketiga wanita itu pun masuk. Ketika ajummha itu membuka pintu lonceng yang tergantung di atasnya pun berbunyi.

“Kalian siapa?” tanya ajummha melihat dua pria sedang duduk di dalam gedung itu.

Ketika itu lonceng di atas pintu itu kembali berbunyi, membuat mereka mengalihkan pandangan mereka lagi. Chaerin dan Bom yang baru masuk kaget mendapat tatapan dari banyak orang langsung membungkuk memberi salam.

“Maaf, apakah aku bisa menyewa sebuah kamar disini?” tanya Bom.

Chaerin disebelah Bom hanya melihat sekeliling, sampai tatapannya terpaku pada dua orang pemuda disitu. Untuk sesaat dia hanya terdiam terlihat berfikir keras.

“Ah, tentu saja. Tuan muda ini sedang apa disini?” tanya ajummha itu kembali menoleh pada dua pria itu.

“Kami ingin menyewa.” jawab seorang yang lebih tinggi.

“Nah, agashi ini sedang apa?” tanya ajummha bertanya pada Chaerin.

Chaerin tersentak karena ditanya tiba-tiba. “Aku.. itu.. ah, bukankah temanku sudah berkata kalau kami ingin menyewa kamar?” Chaerin lalu mengalungkan tanganya di leher Bom. “Benarkan?”

Bom kaget karena tidak menyangka kalau Chaerin akan menyewa kamar juga. “Tapi…”

“Bagaimana ajummha?” tanya Chaerin mengalihkan perhatian darinya dan Bom.

“Ouuh.. nampaknya dewi keberuntungan sedang berpihak padaku hari ini. Kenapa tiba-tiba banyak sekali yang datang untuk menyewa.” ucap ajummha itu sambil tertawa terbahak-bahak.

“Tapi ajummha. Mana kamarnya? Ini bukanya sebuh pub ya?” tanya Chorong.

Saat itu lonceng pintu kembali berbunyi, seorang pria tinggi datang dengan membawa dua kantong belanjaan.

“Kris kau datang?” tanya ajummha itu. Yang ditanya hanya membungkuk. Dimatanya Nampak kebingungan melihat begitu banyak orang disana.

“Jadi begini..” ajummha mencoba menjelaskan. “Kris ini menyewa lantai bawah ini dan menjadikanya sebuah pub. Kamar-kamar ada di lantai dua.”

Ajummha itu pun membawa mereka semua ke lantai atas untuk berkeliling. Tidak seperti penampilan luarnya, di dalam terlihat lebih rapih dan sudah dicet ulang, tempatnya pun luas sekali. Walaupun jendela sudah terlihat rapuh dan jelek tapi di dalam telihat baik-baik saja. Di lantai itu juga ada sebuah dapur kecil, sebuah kamar mandi, dan sebuah ruang keluarga dengan sofa dan TV usang.

“Aku sudah memberikan yang terbaik untuk memperbaikinya tapi aku tidak punya banyak uang jadi aku tidak bisa menyulapnya menjadi istana. Gedung ini memang sudah tua, tapi aku jamin kalian akan nyaman di sini lagipula aku memberikan harga yang sangat murah. Cuma $35.” jelas ajummha itu. “Tapi seperti kalian lihat disini cuma ada empat kamar dan salah satunya sudah ditempati seseorang.”

Chorong kemudian terfikir namja yang tadi.

“Dan kalian ada tujuh orang. Aku tidak memaksa kalian, tapi kalau kalian tetap mau menyewa disini kalian harus berbagi kamar. Lagipula itu akan lebih hemat karena kalian bisa berbagi uang sewa. Dikamar utama itu ada sebuah ranjang tingkat dan sebuah ranjang biasa. Jadi tiga orang bisa berbagi kamar. Dikamar lainnya ada dua ranjang. Sekarang terserah kalian.”

Mereka semua terlihat berfikir keras sambil melihat sekeliling menimbang-nimbang.

“Aku akan tetap menyewa.” ucap Bom pasti.

“Aku juga.” ucap Jessica.

“Hyung bagaimana?” bisik seorang pemuda yang lebih pendek.

“Kami juga akan mengambil satu kamar.” kata pria yang dipanggil hyung itu.

“Aku juga. Aku akan berbagi kamar dengannya.” Chaerin sekali lagi merangkul Bom.

“Aku juga ajummha.” seru Nana dan Chorong serentak.

“Baiklah, kalau begitu tuan muda ini bisa berbagi kamar, nama kalian?”

“Aku G-Dr…” seorang yang dipanggil hyung itu menyikutnya keras sebelum dia menyelesaikan kalimatnya.

“Aku Seunghyun, dia Jiyoung.”

“Baiklah. Seunghyun dan Jiyoung satu kamar. Kalian?”

Ajummha itu menatap Chaerin dan Bom.

“Aku Park Bom.”

“Chaerin. Lee Chaerin.”

“Park Bom dan Chaerin satu kamar dan Nana, Chorong, dan…”

“Jung Jessica.”

“Oke! Nana, Chorong, dan Jessica satu kamar. Urusanku selesai. Silahkan menikmati rumah baru kalian.”

*TBC*

3 comments:

  1. Annyeonghaseo!!:) sya reader baru disini! ff-nya keren tolong dilanjutin, ya! jangan lama2.
    gomawo!!:)

    ReplyDelete
  2. Sering sekali ko bikin cerita tentang saya eh hahaha 👻👻

    ReplyDelete