February 10, 2014

[FF] A-Plus Part 7


Author: Salsabila Khansa (@_skhansa)
Main Cast : 
  • Taeyeon (SNSD), 
  • Jessica (SNSD), 
  • CL (2NE1), 
  • Mir (MBLAQ), 
  • Dongwoon (B2ST),
  • Seohyun (SNSD), 
  • Nana (After School), 
  • Key (SHINee), 
  • Amber (f(x))
Minor Cast: KahiTiffany (SNSD), Donghae (SuJu), Siwon(SuJu), L (Infinite), G-dragon (Big Bang), Park Bom (2NE1), TOP (Big Bang), Yunho (DBSK), Changmin (DBSK)
Hi! Author is back for the next chapter. Sorry for waiting so long. This series come with a new poster, hope you like it.

**A-Plus**

Jessica POV

Aku berbaring di ranjang besar berwarna pink itu sambil memeluk Taeyeon. Malam itu dia menangis cukup lama, menceritakan semuanya. Mulai dari perasaannya pada Leeteuk ssaem hingga kejadian sore tadi saat Leeteuk mengatakan akan pergi wamil.

“Sudahlah. Lagipula hanya dua tahun Taeng.”

“Tetap saja. Hari dimana aku mengungkapkan perasaanku seharusnya menjadi hari bahagia bukan menjadi hari dimana dia memberitahuku bahwa kami akan terpisah selama dua tahun.”

“Iya, aku tahu. Tapi kau seharusnya merasa senang karena dia juga merasakan hal yang sama denganmu, terlebih lagi dia memintamu menunggunya.”

“Benar juga.” Taeyeon menyeka air matanya.

“Kau bisa focus pada debutmu sambil menunggunya.” ucapku dan dia hanya mengangguk.

**A-Plus**

“One… two… three… four… five… six… seven… eight… left… round….” ucap Kahi mengarahkan koreografi murid-muridnya.

“Okay, one more time!” teriak Kahi. “One… two… three… four… good! Mir perhatian langkahmu!...Dongwoon tambahkan kekuatan sedikit ditanganmu! Seohyun perhatikan ritmemu! Taeyeon lebih bersemangatlah!”

“Last! One… two… three… four… five… six… seven… eight… left… round… hands up… right… circle… four… five… six! Go up… round… last pose!” teriak Kahi. “Perfect! Good job everyone!”

Semua terbaring di lantai kayu ruang menari yang terasa dingin. Sudah lima jam mereka berlatih tanpa henti. Walaupun cuaca dingin keringat mereka meluncur dari seluruh tubuh mereka membasahi baju kaos mereka. Kaki mereka terasa mau patah.

“Aahh!” Key yang terbaring di lantai berteriak melepas rasa frustasinya.

“Kalian sudah melakukan yang terbaik apapun hasilnya yang perlu kalian ingat adalah kalian harus menyanyi dan melakukan semua dengan perasaanmu. Kalian harus bisa menyentuh perasaan para juri. Araseo?”

“Ne~”

“Sugohaesseo!”

Nana POV

Aku mengaitkan tanganku dengan Seohyun, kami berjalan beriringan sampai di gedung SM. Kami membuka pintu kaca dan langsung bisa melihat logo SM berwarna pink. Kami memasuki ruang audisi besok.

Berdiri memandangi panggung kecil namun sudah didesain dengan cantik diujung ruangan. Langkah-langkah kaki membuat kami menoleh cepat. Itu Amber dan Key yang kemudian disusul Mir, Dongwoon, dan CL. Taeyeon dan Jessica unnie datang beberapa menit kemudian.
“Kalian juga kesini?” ucap kami serentak lalu dimeriahkan dengan suara tawa kami.

Kami menduduki kursi audience memandang panggung kecil itu. Setiap orang dalam diam memikirkan sesuatu. Jantung kami berdetak lebih cepat dari biasanya.

“Sudah dekat!” ucap Jessica unnie. “Mimpi kita.”

“Eum.” angguk kami.

**A-Plus**

Aku keluar dari toilet, merapikan rokku sedikit. ‘Bukk’ tanpa sengaja bahuku menabrak seseorang. “Myungsoo?”

Aku melihat sosok tampan itu berdiri didepanku dengan tatapan kaget. “Nana?” tanpa melanjutkan perkataanya, dia memelukku erat.

Myungsoo atau L adalah salah satu member boyband ternama Korea Infinite juga mantan pacarku. Sudah cukup lama sejak aku bertemu dengannya.

“Bogosiphoyo.” ucapnya ditelingaku.

Aku hanya terdiam disitu bahkan tanpa membalas pelukannya. Untuk beberapa saat aku membiarkannya seperti itu sampai akhirnya aku mencoba melepas pelukan itu. “Senang bertemu denganmu lagi Myungsoo.”

“Aku juga. Kau tau betapa aku merindukanmu?”

**A-Plus**

Kaki Mir melangkah pelan, melihat sekitar gedung itu sampai dia melihat pemandangan yang tidak dia inginkan. Mir melihat Nana berpelukan dengan seorang namja di depan toilet. Rasa panas memenuhi relung dadanya.

“Bogosiphoyo.” ucap namja itu.

Mir bisa melihat wajah tampan itu dengan jelas sekarang dan dia tau itu adalah salah seorang member infinite.

“Senang bertemu dengan mu lagi Myungsoo.”

Nana memberikan senyum terbaiknya pada namja itu membuat Mir rasanya ingin meledak. Sejak dulu dia sudah memiliki perasaan pada yeoja setinggi 171 cm itu. Dan pemandangan seperti ini tidak bisa diterimanya.

“Aku juga. Kau tau betapa aku merindukanmu?” L membalas ucapan Nana.

Tidak tahan Mir akhirnya meninggalkan mereka sebelum dia benar-benar meledak.

**A-Plus**

Hari itu gedung SM terlihat sangat sibuk sejak pagi, dari mulai penyetingan kamera hingga rehearsal. Staff mondar mandir disepanjang gedung, memastikan semua sudah teratasi. Ruang tunggu pun tak kalah sibuknya.

Para make-up artist sibuk memoles wajah para auditioners itu, para stylist sibuk memblow, mencatok, dan merapihkan tatanan rambut mereka. Beberapa kamera juga berkeliaran untuk merekam persiapan mereka. Ruang itu terasa pengap.

Beberapa dari mereka yang sudah selesai dirias menyibukan dirinya dengan sedikit melatih koreo atau vocalnya. Sebelum penampilan individu, tiap universitas akan menampilkan penampilan kelompok.

Nana, CL, dan Key sedang mengulang-ngulang gerakan mereka, mencoba untuk menyesuaikannya sekali lagi. Mereka adalah main dancer, jika mereka melakukan kesalahan, itu tak termaafkan.

“Ayo ulangi gaya ini lagi.” ucap CL.

Mereka terus mengulanginya. Sementara disisi lain Jessica, Taeyeon, dan Seohyun sedang melakukan pemanasan pada vocal mereka. Mereka mencoba menyesuaikan beberapa nada untuk lagu yang mereka akan nyanyikan.

**A-Plus**

CL POV

Hari semakin siang, suasana makin sibuk di gedung SM. Setelah menyelesaikan rehearsal, make-up, dan sedikit mengulang koreo bersama Nana dan Key, aku undur diri untuk berkeliling sebentar.

Agensi terbesar di Korea ini bukan mimpiku tidak seperti beberapa sunbaeku. Bagiku dimanapun asal aku bisa berdiri di atas panggung dan mengekspresikan diriku sudah cukup.

Aku mengeluarkan sebuah uang koin, memasukannya ke slot, dan memilih minuman kaleng kesukaanku. “Oh ssaem?” saat aku berbalik Bom ssaem sudah berdiri disitu.

“Sudah kubilang panggil aku unnie saat diluar universitas bodoh.”

“Ah, mian unnie. Kau kesini untuk mengecek kami?”

“Begitulah.” Dia mengalungkan lengannya di bahuku. “Bagaimana? Kalian melakukan dengan baik kan?”

“Tentu saja.” Aku menyesap minumanku.

Bom ssaem adalah guru termuda di universitas kami. Bisa dibilang dia sangat berbakat dibidang menyanyi. Diantara semua member A-plus aku yang paling dekat dengannya. Dia memang sangat terlihat karismatik saat mengajar tapi sebenarnya dia sangat aneh seperti alien.

“Baiklah aku akan mengecek teman-temanmu yang lain.”

“Ne.”

Dia berjalan meninggalkanku sendiri. Aku menghabiskan minumanku dengan cepat sebelum melempar kalengnya ke tempat sampah. Aku berjalan santai menuju ruang audisi, diujung koridor. Aku bertemu beberapa peserta audisi, beberapa tersenyum padaku, beberapa hanya bersikap cuek dan angkuh. Tidak peduli! Fikirku.

‘BUKK’

Aku menabrak seseorang hingga membuatnya tersungkur di lantai. “Ah, jwesonghamnida.” Ucapku langsung membungkuk. “Aahh.. ottoekhae?” aku dengan sigap membantunya berdiri. “Gwaenchana?” tanyaku bersiap-siap kalau-kalau orang ini akan menyemburku dengan amarahnya.

Tapi dia hanya mengayunkan tanganya menadakan dia baik-baik saja. Selera fashion namja ini benar-benar tidak bercanda, fikirku. Dia memakai kemeja abu-abu kotak sepasang dengan celananya serta sebuah topi putih menghiasi kepalanya. Matanya ditutup dengan kacamata hitam.

“Aku tidak apa-apa.” Ucapnya. “Lain kali hati-hati ya.” Dia mengelus lembut rambutku dan melemparkan senyum, menampilkan deretan gigi putihnya.

Dia kemudian pergi meninggalkanku yang berdiri membeku ditempat. Senyum itu benar-benar mampu membuat yeoja manapun membeku seketika.

**A-Plus**

Dongwoon POV

Aku mengintip ke ruang audisi. Banyak staff sedang bekerja keras untuk memperiapkannya. Dapat kulihat disudut ruangan, PD sedang berbicara dengan beberapa orang. Aku tau bahwa mereka adalah para pemilik agensi-agensi artis Korea yang siap mengontrak kami.

Di sisi lain aku melihat beberapa orang dengan stand-out looking berkumpul sambil mengobrol. Mereka adalah beberapa artis kebanggan Korea.

Sejak semalam hatiku tidak bisa tenang memikirkan hari ini. Aku tahu betul kemampuanku tidak sehebat yang lain, membuat hatiku tambah berat memikirkannya.

Aku kembali ke ruang tunggu, duduk disebelah Seohyun. Menegak air mineral di tanganku. Dapat kurasakan jantungku berdetak dengan sangat cepat.

“Kau kenapa?” tanya Seo.

“Gugup.”

“Jangan begitu! Aku tahu kau hebat Dongwoon-a. Aku yakin kita semua bisa menaklukan panggung itu.”

“Benarkah?”

“Eum. Karena kita layak berada dipanggung yang lebih besar. Jadi singkirkan semua fikiran yang membuatmu gugup itu dan lakukan yang terbaik, ne?”

Seohyun menunjukan senyum innocentnya, membuatku terpana untuk beberapa saat. Untuk hal-hal seperti ini dia memang yang terbaik. Dia selalu bijak dan kata-katanya selalu bisa menyelesaikan semua permasalahan.

**A-Plus**

Walaupun matahari mulai menyinari kota Seoul lagi, udara tak berubah tetap dingin. Sesekali Jessica mengeratkan jaketnya. Taeyeon yang terakhir dirias sehingga ruang tunggu tidak sepengap tadi hanya terisi oleh para auditioners, para dosen pembimbing dan beberapa orang penata rias.

Jessica mengecek ponselnya beberapa kali, melihat komentar netizen terhadap acara audisi ini. Teaser video sudah dikeluarkan dan nampaknya netizen punya expectation yang tinggi untuk mereka. Ini membuat Jessica cukup tegang.

“Sica.” Tiffany duduk disamping Jessica dan langsung memeluknya. “Sudah lama sekali aku tidak memelukmu seperti ini.”

“Haha, iya yah.” Jessica membalasa pelukan Tiffany lalu mereka melepasnya.

“Kau tau sejak kau pindah ke Korea, aku selalu sendiri. Dan Lexy dan gengnya selalu menggangguku.”

“Jinjja? Mian Fany ya. Aku juga tidak mau meninggalkan LA kalau bukan karena orang tuaku.”

Jessica dan Fany terus mengobrol sampai suara menggelegar seseorang mengagetkan mereka.

“CHA!” MC Shindong datang mengunjungi ruang tunggu bersama seorang kameramen mengikutinya. “Yeorobun, sekarang kita sedang berada di ruang tunggu bersama para peserta hebat kita. Annyeonghaseyo!” sapannya.

“Annyeonghaseyo!” sapa kami balik sambil membungkuk.

“Waah. Yeorobun mereka ini cantik-cantik dan tampan-tampan kan? Aku jadi tidak sabar melihat performen kalian. Bagaimana apa kalian sudah siap?”

“Ne.” seru kami serentak.

“Jamkmannyo. Sepertinya aku mengenal orang ini.” Dia berjalan mendekati Nana. “Yeorobun kalian pasti mengenalnya kan? Dia sudah berada di bazaar, vogue, elle, kalian bisa menyebutnya. Model Im Nana! Nana ssi, kau sedang apa disini?”

“Aku salah satu perwakilan dari Seoul Art International University. Mohon dukungannya!”

“Apakah kau mau menjadi penyanyi Nana ssi?”

“Ne, aku ingin menjadi penyanyi. Aku sangat menyukai panggung.”

“Aah~ jadi begitu. Oh! Ada satu lagi yang menangkap perhatianku disini.” Dia berjalan kesisi lain. “Ah, Tiffany Hwang, benar kan?”

“Ne. Annyeonghaseyo!” Tiffany menyapa ke kamera sambil menunjukan eye smilenya.
“Wah, sekarang aku mengerti kenapa Siwon mengencani mu.”

“Waeyo?” tanya Tiffany.

“Eye-smile mu sangat cantik.”

“Kamsahamnida.”

“Bagaimana hubungan kalian akhir-akhir ini?”

“Mwo, gwenchanayo. Hubungan kami baik-baik saja, banyak fans Siwon oppa mendukung kami, aku sangat bersyukur.”

Mendengar itu Jessica dan Taeyeon merasa aneh karena ucapannya tentang Siwon sangat berbeda dari yang terakhir kali mereka dengar.

Seketika itu beberapa orang memasuki ruangan dengan diiringi tatapan terpanah dari para peserta. “Omo! Omo! Omo! Kalian sedang apa disini?” MC Shindong berteriak.

Siwon, Donghae, Changmin, Yunho dari SM serta G-dragon dan TOP dari YG memasuki ruang tunggu. Seketika aura mereka menguasai ruangan itu.

“Annyeonghaseyo!” sapa mereka di depan kamera.

“Aku tidak bisa membendung aura kuat kalian.” canda Shindong. “Kalian sedang apa kesini?”

“Kami ingin menyemangati mereka sebelum audisi.” jawab Yunho.

“Oh, begitu. Siwon ssi kami baru saja membicarakanmu dengan Tiffany ssi. Kalau dilihat dari dekat seperti ini, kalian benar-benar serasi.”

“Kamsahamnida.”

“Wah, GD dan TOP juga disini rupanya. Sudah lama sekali sejak aku melihat kalian. Apa ada yang kalian ingin sampaikan pada peserta.”

“Mwoji? Emm.. jangan tegang, nikmati waktu kalian dipanggung dan lakukan yang terbaik. Hwaiting!” ucap TOP masih dengan gaya coolnya.

“Aaah, ne. GD ssi apakah menurut mu ada disini yang memenuhi kriteria YG? Kita tahu selera Yang sajang sangat itu sangat tinggi.”

“Majayo, Yang sajang sangat ketat dalam mengaudisi. Tapi aku sudah melihat rehearsal tadi kukira akan ada yang bisa memikat sajangnim.”

“Ah keraeyo? Wah, aku akan sangat menunggunya kalau begitu.”

**A-Plus**

CL POV

Kamera sudah dimatikan, dan interview bersama MC Shindong sudah dihentikan. PD-nim sudah memperingatkan bahwa acara akan dimulai setengah jam lagi. Membuat jantung kami berdetak sangat cepat termasuk aku.

Aku mengecek kembali penampilanku dicermin. Melihat bayanganku dicermin membuatku mengingat kejadian barusan.

 “Omo! Omo! Omo! Kalian sedang apa disini?” MC Shindong berteriak mengagetkanku.

Saat itu Siwon, Donghae, Changmin, Yunho serta G-dragon dan TOP memasuki ruang tunggu. “Annyeonghaseyo!” sapa mereka di depan kamera.

Aku baru mengingat, pantas wajahnya tidak asing dan penampilannya tidak biasa. Orang yang kutabrak tadi ternyata G-dragon dari YG. Bodohnya aku!

Aku menatapnya dari kejauhan sosok namja itu, seketika matanya bertemu dengan mataku, tidak terlepas untuk beberapa saat. Dia lalu tersenyum lebar padaku. Membuat tubuhku rasanya beku seketika. Untuk pertama kalian aku merasakan hal seperti ini. Hanya senyuman itu. Hanya karena itu membuat kaki rasanya lemas.

**A-Plus**

Jessica POV

Semua orang mulai sibuk lagi mempersiapkan pertunjukan yang kurang 20 menit lagi akan dimulai. Aku keluar dari ruang tunggu yang serasa kembali pengap. Sambil mengeratkan jaketku, aku berjalan cukup jauh dari ruang tunggu itu, mengelilingi beberapa sudut gedung SM.

“Persetan denganmu!” teriak seorang yeoja dari sudut lorong tidak jauh dari tempatku berada.

Aku berjalan pelan ke asal suara itu, berhati-hati agar suara high-heelsku tidak terdengar. Di bagian gedung ini sangat sepi.

Aku bisa melihat Siwon dan Tiffany sedang berdiri menghadap satu sama lain. Tiffany menatap wajah Siwon yang lebih tinggi darinya. Tatapan Tiffany seperti sedang menatap orang yang paling dibencinya tapi disudut matanya air mengalir.

Aku hendak menghampirinya ketika seseorang menahan tanganku.

“Neo?”

Dia menarikku menjauh dari sana sampai di ruang latihan menari yang tidak kalah sepi. “Apa maumu sih?” aku menarik paksa tanganku.

Genggamannya meninggalkan bekas merah disana.

“Ayo kita bicara sebentar.” ajaknya.

“Sirheo! Tidak ada yang ingin ku bicarakan denganmu.”

“Wah, Jung Jessica kau berubah. Kau kenapa sih? Kita sudah lama tidak bertemu? Tidakkah kau merindukanku?”

Dapat kurasakan tanganku bergetar hebat dan mataku terasa panas. Bertahanlah Jessica! Batinku. Aku tidak boleh lagi terlihat lemah di depan berengsek ini.

“Dengar ini Donghae ssi. Aku bukan Jessica yang dulu. Mwoya? Merindukanmu? Apa kau gila?”
“Wah, tidak kah kau terlalu kasar Jessica ssi? Aku sangat merindukanmu Jessica ya.”

Perkataan itu semakin membuat hatiku sakit. Melihat ekspresinya yang tanpa rasa bersalah membuatku ingin meninjunya. Tapi tanganku tak berdaya, tubuhku lemah terhadapnya, hal ini yang paling kubenci tapi tak pernah bisa berubah.

Jessica menyeringai. “Beraninya kau mengatakan itu setelah semua hal yang kau lakukan padaku. Semua hampir saja terjadi, tapi kau menghancurkannya. Kau menghancurkan hidupku!” stetes air jatuh mata menuruni pipi Jessica. “Kau membuatku lemah! Aku tidak akan memaafkanmu!” teriak Jessica diakhir kalimatnya sebelum meninggalkan ruangan itu.

**TBC**

No comments:

Post a Comment