December 31, 2013

[FF] Super Generation Love & Hate Story Part 2


Author: Salsabila Khansa (@_skhansa)
Cast
  • Super Junior 
  • Gilrs' Generation 
  • Byun Baekhyun
  • Jung Nayoung (author)
  • Jeno (SMRookies)
Length: Romance
Author message: Sorry for taking so long for me to make this part. I've been so busy with my school things. I promise will post the next part as soon as posible :) Thank you for waiting readers.

**Love&Hate**

Taeyeon tetap melihat satu persatu buku-buku yang memenuhi rak besar itu sambil terkadang mengambil satu buku, melihatnya sekilas, setelah itu dia akan mengembalikannya atau menaruhnya di tangannya. Sudah ada dua buku di tangannya sekarang  berukuran cukup besar.

“Mana sih buku itu?” keluhnya kesal.

Dia meraih sebuah buku, hatinya mengatakan ‘ini dia’ yang artinya dia menemukan buku yang dicarinya sejak tadi. Tapi pada saat yang bersamaan seseorang juga mengambil buku itu. Taeyeon hendak memintanya dengan baik-baik sampai akhirnya dia melihat orang itu dan…

“Yaak! Itu bukuku. Kembalikan!”

“Sejak kapan kau menjadi pemilik semua buku disini!” sahut orang itu yang adalah Leeteuk. “Aku memerlukannya.”

“Aku juga, lagipula aku duluan yang memegangnya!” Taeyeon tidak mau kalah.

Leeteuk mengangkat buku itu setinggi mungkin dengan tangan panjangnya, sayang tubuh Taeyeon yang pendek membuatnya tidak dapat menggapai buku itu.

“Aw!” teriak Leeteuk.

Taeyeon menginjak kaki Leeteuk dan memukul perutnya dengan dua buku besar ditanganya. Dengan gesit Taeyeon mengambil buku itu dari Leeteuk saat dia lengah.

“Yaak! Kembalikan!”

Leeteuk menjitak Taeyeon dan mengambil bukunya kembali.

Suasana perpustakaan yang biasanya tenang sekarang menjadi riuh. Orang-orang berkumpul disekitar mereka. Taeyeon yang hendak melawan balik mengurungkan niatnya ketika seseorang akhirnya menjewer kedua telinga mereka dan menghentikan keributan.

“Semuanya bubar!” perintahnya. Penjaga perpustakaan berkacamata dengan berbagai kerutan diwajahnya serta lipstick merah menyalanya entah bagaimana menambah aura menakutkan disekitarnya.

“Kalian berdua ikut aku!”

**Love&Hate**

Seohyun menyusuri koridor dengan terus membaca buku di tangannya. Dia tersadar kelasnya akan dimulai 5 menit lagi, dia pun mempercepat langkahnya.

“Ah, unnie. Annyo…” dia hendak menyapa Taeyeon yang lewat dihadapannya tapi kemudian membatalkan niatnya ketika melihat telinga sebelah kanan Taeyeon sedang dijewer oleh penjaga perpusatakaan.

Dia menjadi bingung melihat hal itu terjadi dan menjadi tambah bingung ketika melihat orang yang satu lagi sedang dijewer adalah Leeteuk. “Apa yang terjadi?”

**Love&Hate**

Jessica berjalan menyusuri halaman kampus, melewati halaman parkir, lapangan bulu tangkis, lapangan basket, dan yang terakhir adalah lapangan bola. Dia duduk disalah satu bangku taman dibawah sebuah pohon besar. Sangat teduh. Dia mengistirahatkan kedua kakinya.

Hari-harinya dikampus semakin buruk, tidak ada semangat tersisa di tubuhnya untuk belajar. Teman-temannya menjauhinya dan orang-orang menatapnya bagaikan orang aneh.

“Goollllll!!” teriak sekerumun pria yang sedang bermain bola.

Jessica mengangkat kepalanya mau melihat asal teriakan itu. Tapi kemudian seseorang menangkap tatapan matanya. Tidak lain dan tidak bukan adalah Donghae. Jessica yang kesal melihatnya lalu bengkit dan segera beranjak pergi.

**Love&Hate**

“Gool!!” teriakku dan timku setelah Baekhyun berhasil menedang bola melewati kipper.

Aku berlari memeluknya. “Jalhaessoe baekhyun!” aku menepuk punggungnya.

Seketika itu, aku melihat seorang yeoja yang sangat kukenal sedang duduk menundukan kepalanya. Kemudian dia mencoba duduk tegap dan melihat kearah kami. Pandangan kami saling menangkap. Aku hendak melangkahkan kakiku kearah nya ketika dia langsung beranjak dari duduknya dan pergi.

Aku melihat punggungnya sedikit turun. Tidak seperti nona Jung yang biasa kulihat berjalan tegap dan penuh dengan kesombongan. Pasti karena masalah itu!

“Hyung kaja!” ajak Baek meninggalkan lapangan bola.

“Hyung apa kau mau ikut makan siang denganku?”

“Ah jinjja? Boleh? Apa kau tidak takut aku akan merusak kencanmu?”

“Kencan apa?”

“Jangan bohong. Aku tau kau mau pergi makan siang dengan Nayoung, apa kau yakin tidak akan mengganggu?”

“Ne, sebenarnya aku berharap kau datang, aku takut suasana akan menjadi canggung.”

“Jadi begitu ya, baiklah aku ikut.”

**Love&Hate**

Aku menyesap Americanoku lalu kemudian menggosokan tanganku yang dingin. “Ah, dingin sekali. Kemana yeoja itu?”

“Dia akan sedikit terlambat. Apa hyung mau makan duluan?”

“Ani, kita tunggu saja.”

Bell yang tergantung dipintu café berbunyi menandakan seorang pelanggan datang. “Selamat datang.” Ucap seorang pegawai.

Dia seorang wanita seumuran Baekhyun dengan kulit putih ciri khas wanita Asia berambut panjang hitam bergelombang. Dia tersenyum dan melambaikan tangan padaku dan Baekhyun.

“I’m sorry I’m late.” Ucapnya fasih dalam bahasa Inggris. “Ah. Donghae sunbae! Annyeonghaseyo. Jung Nayoung imnida.” Dia menundukan kepalanya.

“Kenapa kau terlambat?” tanya Baekhyun.

“Mian oppa. Aku harus menemani Sica unnie ke rumah sakit dulu, kondisinya sedikit kurang baik.”

“Sica? Jessica? Jung Jessica?” tanyaku.

“N-Ne.”

“Ah, mian hyung. Aku lupa memberitahumu Nayoung itu sepupu Jessica sunbae.”

Aku terkejut. “Jinjja?”

“Ne. Kokjongma. Aku tidak akan membenci sunbae hanya karena aku sepupu Jessica unnie dan kalian bermusuhan.”

“Ah ani. Aku tidak berfikiran seperti itu.” Sangkalku.

**Love&Hate**

“One… two… three… one… two… three…”

Suara kelas dance sangat berisik dengan adanya suara keras music dari speaker serta suara seonsaengnim yang menghitung gerakan mereka. Hyoyeon yang sudah menyelesaikan gerakannya dengan sempurna menyingkir ketepian kelas mengambil sebotol air mineral dari tasnya. Nafasnya masih terengah-engah seperti hari lari berkilo-kilometer.

Eunhyuk yang juga sudah menyelesaikan gerakannya menepi. “Tidak kusangka kalian akan secepat itu tercerai berai.”

Hyoyeon mengeynyit. “Apa maksudmu?”

Dia menoleh. Eunhyuk saat itu sedang meminum air mineralnya sambil berdiri dan mendongakkan kepalanya ke atas membuat adam’s applenya kelihatan dengan jelas. Keringat yang masih mengucur di sekitar kepala dan lehernya serta rambutnya yang basah, entah kenapa membuat jantung Hyoyeon berdegup kencang seketika.

Hyoyeon memalingkan wajahnya seketika karena merasa wajahnya memanas dan akan memerah, dia takut Eunhyuk melihatnya.

“Teman kalian itu, nuguji? Ah.. si Jessica itu. Hanya karena scandal kecil itu dengan mudah kalian mengabaikannya.”

“Mwo?” Hyoyeon bangkit kesal. Matanya menatap tajam Eunhyuk.

“Wae? Benarkan? Sebenarnya aku tidak peduli dengan dunia pertemanan kalian. Lagipula, akan lebih mudah bagi kami menguasai kampus ini jika kalian tercerai berai, benarkan?”

Hyoyeon yang semakin kesal tidak mampu berkata apa-apa. Dia mengambil tasnya dan keluar kelas dengan perasaan sangat kesal dan marah. Kesal karena tahu Eunhyuk benar dan dia tidak bisa membalas perkataanya, dan marah bukan pada orang lain melainkan dirinya sendiri karena sadar ternyata dia telah melakukan kesalahan besar dengan menjadi orang keji.

**Love&Hate**

Taeyeon dan Leeteuk harus menerima hukuman mereka karena berhasil membuat keributan besar di perpustakaan. Mereka harus membersihkan gudang  yang sudah hampir 8 tahun tak tersentuh tangan.

Mereka sudah menghabiskan 6 jam untuk membersihkan gudang itu. Mereka menghabiskan waktu 2 jam untuk mengeluarkan kursi-kursi, meja-meja, lemari, dan semua barang bekas tak tepakai yang ada di gudang itu.

Baru kemudian mereka menyapu dan mengepel lantainya. Debu yang tertimbun selama 8 tahun membuat lantai gudang itu tidak mudah untuk dibersihkan. Sudah 3 jam mereka berusaha membersihkan debu yang sangat tebal dilantai itu.

“Ah, kenapa debu ini tidak hilang juga.“ keluh Taeyeon. “Kenapa aku harus membersihkan gudang ini. Mereka fikir mereka siapa bisa menyuruhku melakukan pekerjaan sialan ini. Akh!” dia melempar kesal lap yang sedari tadi dia gunakan untuk menggosok lantai.

PLANG

Suara tongkat kayu kain pel yang Leeteuk lempar memenuhi ruangan. “YAK! KAU KIRA HANYA KAU YANG KESAL? AKU JUGA! BERHENTILAH KOMPLAIN AKU CAPEK MENDENGARKANMU DARI TADI!”

Leeteuk berteriak membentak Taeyeon karena kesal mendengar keluhan Taeyeon. Sedang Taeyeon yang melihat itu hanya bisa berdiri bengong sekaligus kaget. Perlahan kakinya lemas dan dia terduduk dilantai.

Hiks hiks

Dia mulai menangis. Dia merasa sangat ketakutan bukan hanya karena kegelapan malam yang mulai menguasai hari itu melainkan juga karena bentakan Leeteuk tadi. Untuk pertama kalinya, ada pria yang membentaknya.

Leeteuk juga merasa shock ketika Taeyeon mulai menangis. Untuk pertama kalinya juga dia membuat seorang yeoja menangis akibat perbuatannya. Dia bingung harus berbuat apa.

Dia berjongkok di depan Taeyeon. “Mian.” Ucapnya. “Gwenchanji?” tanganya menggapai bahu Taeyeon. “Ya! Kim Taeyeon, jeongmal mianhae. Berhentilah menangis.”

“Cup cup. Berhenti menangis ya. Kau membuatku takut kalau begini terus.” Leeteuk berusaha keras untuk menenangkan Taeyeon.

Tiba-tiba seseorang membuka pintu gudang. “Taeyeoni apa kau disini?”

**Love&Hate**

Sunny POV

Aku berjalan ke perpustakaan, mengintip dibalik pintu besarnya melihat ke dalam. Pandanganku mengedar ke seluruh arah, Taeyeon tidak ada. Aku telah mencarinya disemua tempat dan disini pun tidak ada.

“Seohyuni.” Panggilku ketika Seohyun yang sedang asyik membaca bukunya hampir melewatiku tanpa menyapa.

“Ah, unnie annyong!” sapanya bahagia ketika dia melihatku.

“Kau itu! Kenapa asyik sekali membaca sampai tidak melihatku sama sekali?” aku memonyongkan sedikit bibirku ngambek. “Eh, tapi apa kau tidak melihat Taeyeon? Dia bilang dia ingin pulang bersamaku, Sooyoung, dan Hyoyeon. Aku tidak dapat menemukannya sedari tadi.”

“Oh, itu, aku tadi melihatnya bersama penjaga perpustakaan dan Leeteuk sunbae?”

“Mwo?”

“Ani, jangann salah paham. Setelah kufikirkan lagi apa yang kulihat tadi sepertinya mereka terlibat masalah lagi. Aku melihat mereka dijewer.”

Setelah berhasil mengetahui tempat hukuman dari penjaga perpustakaan killer itu, aku langsung berjalan cepat. Jam sudah menunjukan setengah 7 malam, langit mulai gelap. Walau masih ada cukup banyak orang yang berlalu-lalang di sekitar gedung-gedung kampus, perjalanan menuju gudang itu cukup menakutkan tanpa ada yang menemani.

Aku melihat ada cahaya yang keluar dari gudang itu walau remang. Kuberanikan membuka pintu itu. “Taeyeoni apa kau disini?” tanyaku.

Betapa terkejutnya aku melihat Taeyeon sedang terduduk menangis dilantai, Leeteuk sedang berjongkok dihadapannya dan meletakan tangannya di bahu Taeyeon.

“Yak! Apa yang kau lakukan pada Taeyeon?” reflex aku lepaskan tangan Leeteuk dari bahu Taeyeon dengan keras karena emosi. “Taeyeon gwaenchani? Ayo kita pulang.” Aku membimbing Taeyeon yang masih terisak keluar dari gudang itu dan mengajaknya pulang.

Sementara Leeteuk masih berdiri bengong melihat kami berdua meninggalkanya sendiri.

**Love&Hate**

Donghae POV

Aku duduk di kursi belakang, memandang keluar jendela, melihat gedung-gedung tinggi kota Seoul yang menjulang sementara supirku Pak Jang menyupir di depan.

Aku memikirkan cerita Nayoung kemarin tentang nona Jung.

Flashback

“Ngomong-ngomong nona Jung itu sakit apa sampai kau harus menemaninya ke rumah sakit?” tanyaku memberanikan diri.

“Sepertinya scandal di kampus membuatnya benar-benar tertekan sehingga dia mengalami masalah dengan nafsu makannya.”

Aku dan Baekhyun hanya mengangguk mengerti, aku lalu menyeruput Americanoku lagi.  

“Aku tidak mengerti mengapa bergaul dengan anak jalanan dianggap menjijikan.”

“Sebenarnya tidak juga sih, tapi Jessica sunbae itu anggota Girls’ Generation. Orang-orang mempunyai expectation lebih padanya.” Baekhyun ikut buka suara.

“Memang sih. But poor her. Jessica unnie is a very nice and warm hearted girl. I just don’t understand why people put her on this situation. Maksudku, dia hanya berusaha menolong anak-anak itu, iya kan?”

End of Flashback

Masih dengan posisiku yang menatap keluar jendela, aku masih memikirkan perkataan Nayoung. Sebenarnya memang tidak salah bergaul dan menolong mereka, tapi kenapa orang-orang menganggapnya salah.

BUKK

Aku masih memikirkan semua perkataan Nayoung ketika tiba-tiba supirku, pak Jang mengerem mobil mendadak membuatku terhempas ke depan menubruk kursi supir. Membuat kepalaku merasa sakit luar biasa.

“Ada apa pak Jang?” tanyaku sambil tetap memegang kepalaku yang sakit.

“Itu tuan… Itu… Sepertinya aku menabrak orang.”

“Mwo?” kagetku.

Dengan cepat aku keluar dari mobil melihat orang yang tidak sengaja tertabrak mobilku. Dia seorang namja kecil, kepalanya mengeluarkan darah, dengan segera aku menggendongnya ke dalam mobilku.

“Rumah sakit pak Jang! Ppali!”

**Love&Hate**

Namja kecil itu duduk di ranjang putih rumah sakit. Untunglah kepalanya tidak terluka parah. Aku menghampirinya setelah menemui dokterr yang menanganinya. Dia menunduk menatap lantai rumah sakit jadi aku berjongkok agar bisa menatap matanya. “Annyeong!”

Dia hanya menatapku bingung, membuatnya terlihat sangat lucu. Dia baru berumur sekitar 3 tahun, tubuhnya sangat kotor tapi terlihat tetap lucu dengan mata besarnya.

“Neo gwenchana? Jangan takut! Aku Donghae hyung. Namamu siapa?”

“Jeno.” Jawabnya cepat.

“Aah, Jeno. Orangtuamu dimana?”

Dia mengangkat telunjuknya dan menunjuk ke atas, matanya menerawang sejenak. Aku melihat ke arah yang ditunjukannya.

“Langit.” ucapnya singkat.

“Begitu rupanya. Lalu kenapa kau berada di jalan sendiri? Keluargamu yang lain?”

Dia menggeleng singkat. “Gomo pergi, dia jahat. Samchon juga jahat. Aku ditinggal sendiri.” Jawabnya polos dan singkat tapi aku mengerti, sepertinya dia telah dibuang oleh keluarganya. Sekarang apa yang harus kulakukan?

TBC

Extra : Jeno 10 years later 

2 comments:

  1. wah daebakk keren lanjut thor

    ReplyDelete
  2. Hai, reader baru =D..
    Maaf baru bisa komen di part ini =)
    Lanjut thorr ffnya..
    Semoga jessica sakitnya gak parah ya..
    Ditunggu kelanjutannnya..

    ReplyDelete