June 28, 2013

[FF] A-Plus Part 6


Author: Salsabila Khansa (@_skhansa)
Main Cast : 
  • Taeyeon (SNSD), 
  • Jessica (SNSD), 
  • CL (2NE1), 
  • Mir (MBLAQ), 
  • Dongwoon (B2ST),
  • Seohyun (SNSD), 
  • Nana (After School), 
  • Key (SHINee), 
  • Amber (f(x))
Minor Cast: KahiLeeteuk (SuJu), Tiffany (SNSD), Megan Jung (author), Donghae (SuJu), Siwon (SuJu)
Prev: Intro+TeaserPart 1Part 2Part 3, Part 4, Part 5


Amber POV

Natal yang menyenangkan sudah lewat dan kami terus mencoba yang terbaik untuk latihan. Semua orang mengalami kemajuan yang sangat pesat setelah hampir sebulan berlatih. Aku menatap wajahku di cermin. Tubuhku yang terbalut handuk terlihat lebih kurus dari sebelumnya dan rambutku sekarang sudah panjang menyentuh bahu.

Aku segera mengeringkan tubuhku dan memakai pakaianku, sudah saatnya makan siang dan aku tidak mau membuat orang lain menunggu. Aku bergegas keluar kamar sambil menyisir rambutku yang masih basah menggunakan jari-jariku.

“Baby, kau lama sekali!”

Key muncul di depanku dan mengagetkanku. Dia menatapku sebentar dan sekejap kemudian bibirnya mendarat mulus di bibirku. Mataku membulat kaget. Ini sudah kesekian kalinya Key menciumku tapi tetap saja aku masih merasa gugup dan kaget.

“Ehem...” sebuah suara membuatku melepaskan ciuman itu. Jessica unnie menatap kami tajam.

“Yak! Kalian ini! Lain kali kalau mau bermesraan di tempat tertutup! Jangan di depan umum!” sebuah jitakan masing-masing menghampiri kepalaku dan Key. “Sana! Pergi!”

**A-Plus**

Normal POV

Taeyeon duduk di ruang keluarga sambil memainkan tablet PCnya. Akhirnya setelah susah payah, dia bisa mendapatkan izin memegang tabnya walau hanya sebentar. Matanya melebar ketika membaca sebuah artikel di internet.

Dia langsung berlari ke arah teman-temannya yang berada di meja makan. “Lihat ini!” serunya dengan sangat heboh.

Mereka berkumpul di sekeliling Taeyeon melihat apa isi tab Taeyeon. “Unnie ini tentang audisi kita?” tanya Seo.

Taeyeon mengangguk.

Dongwoon mulai membacanya dengan keras. “Big Star Audition. Ditayangkan live 10 Januari di MBC.”
Beberapa foto terpampang di artikel itu.

Finalis Seoul Art International University

“Itu foto-foto kita.” seru Key.

Finalis Art Majority of Kyunghee University

Finalis Seoul Art College

“Wah! Saingan kita banyak sekali.” seru Mir

“Tapi tunggu! Lihatlah, ada dua orang dari Kyunghee University serta satu orang dari S.A.C yang Kahi saem tidak sebutkan.” seru Dongwoon.

“Ada apa ini?” Kahi ikut melihat tab Taeyeon. Membacanya sebentar artikel tersebut, Bom dan Leeteuk yang baru datang pun segera ikut  membaca artikel itu.

“Saem ada beberapa orang finalis yang belum pernah anda beritahukan pada kami.” beritahu Dongwoon.

“Benar. Kemungkinan mereka adalah anak baru yang belum tersebar luas namanya. Kalian tidak perlu khawatir. Kalian sudah berlatih keras selama sebulan dan kalian sudah berkembang pesat. Aku yakin kalian semua bisa mendapatkan kontrak di sebuah management.” ucap Kahi memberi dukungannya.

**A-Plus**

Normal POV

Tanggal 5 Januari. Semua member A-Plus menaiki bus khusus menuju gedung SM dimana audisi akan diadakan tanggal 10 nanti. Satu-persatu dari mereka turun dari bus menapaki halaman gedung SM yang bisa dikatakan mewah dan tinggi menjulang itu.

“Wah, gedung ini bagus sekali. “ puji Key diikuti anggukan semua member.

“Silahkan lewat sini.” seorang staff menunjukan jalan mereka.

Jessica POV

Ini adalah perusahaan yang selalu kuimpikan untuk menjadi agencyku. Akan sangat bagus jika aku bisa menjadi bagian dari perusahaan ini suatu saat nanti.

Kami melewati koridor gedung itu, bersih dan sangat bagus. Sampai akhirnya kami melewati koridor dengan gambar-gambar artis SM tertempel di dindingnya. Fotonya terpampang di salah satu sisi dinding. Membuat mataku panas dan dadaku terasa sakit. Taeyeon yang berada di sampingku juga menyadarinya.

“Sica kau harus kuat, araso?”

Aku mengangguk.

Aku tau bahwa dia merupakan salah satu artis kebanggaan SM. Jika aku berhasil masuk SM aku kemungkinan akan bertemu dengannya setiap saat. Itu akan sulit, aku tau. Tapi apa yang bisa kulakukan? SM adalah impianku sejak lama. Aku tidak boleh menyerah di sini. Aku mengepalkan tanganku, mengumpulkan semangatku kembali.

**A-Plus**

Kami memasuki sebuah ruangan besar dengan sebuah mini stage yang sudah tertata rapih. Kurasa kami akan melakukan audisi di sini. Aku dapat melihat bahwa para peserta dari Seoul Art College sudah berada di ruangan itu. Tak lama kemudian beberapa orang dari Kyunghee University masuk menyusul kami.

“Jess!!” teriak Tiffany yang baru memasuki ruangan itu. Dia berlari ke arahku dan memelukku erat.

“I miss you so bad. How are you?”

“I’m good and always like that. I miss you too. I don’t know that you moved to Seoul. Since when?”

“Since 2 years ago. I want to be always close to my grandma so I moved here.”

“Good for you hehe...”

“Perhatian!” seorang staff berbicara di atas panggung menggunakan mike. “Di sini merupakan tempat diadakannya audisi nanti. Selama 5 hari ke depan kalian berhak menggunakan ruangan ini untuk latihan. Kami juga sudah mempersiapkan beberapa instrumen yang bisa kalian gunakan. Sekarang kalian akan mendapatkan dua tamu kehormatan. Silahkan masuk.”

Semua orang menoleh ke arah pintu utama. Dua sosok pria masuk dengan gaya mereka yang maskulin dan cool.

“Mereka akan memberi beberapa nasehat. Jadi silahkan manfaatkan waktu ini untuk berbicara sebanyak mungkin dengan mereka.”

“Annyeonghaseyo. Choi Siwon imnida.”

“Annyeonghaseyo. Lee Donghae imnida.”

Mereka berdua merupakan artis-artis kebanggaan SM.  Beberapa siswa maju mengerumuni mereka, terutama para yeoja. Cuma aku, Taenggoo, Tiffany, dan seorang yeoja-yang tidak ku ketahui namanya-yang tidak mendekati mereka.

Taeng yang berada di sebelah kananku kemudian menggenggam tanganku. Aku menoleh dan dia mengangguk memberi kode.

Aku kemudian memperhatikan Tiffany yang hanya sibuk dengan iPhonenya. “Kau tidak menghampirinya?” tanyaku. “Bukankah dia tunanganmu?”

“Biarkan saja. Siapa peduli.”

Aku dan Taeyeon hanya terbelalak mendengarkan jawabannya. Siapa peduli katanya? Mereka itu sudah tunangan tapi kenapa dia sangat tidak peduli. Aneh! Dengan cueknya, Tiffany melenggang menjauh dan duduk di kursi dekat panggung.

**A-Plus**

Setelah menghadiri kelas Kahi saem aku dan Taeyeon memutuskan untuk pergi ke gedung SM. Kami berencana untuk berlatih di sana. Taeyeon juga mempunyai mimpi yang sama denganku untuk menjadi bagian dari SM.

Kami menggunakan taxi menuju kantor SM. Saat kami di sana tidak ada seorang pun yang menggunakan ruangan itu. Aku dan Taeyeon kemudian duduk di dekat piano dan langsung mulai berlatih. Aku menekan beberapa tuts piano dan kami pun melakukan pemanasan pada suara kami.

“Lagu apa yang kau akan nyanyikan nanti?”

“Entahlah. Aku sudah memilih beberapa lagu yang mungkin akan kunyanyikan tapi aku belum yakin.”

“Bagaimana denganmu?”

“Sama. Aku juga belum yakin.”

Aku melihat beberapa pilihan lagu Taeyeon dan mencoba membantunya dengan memainkan piano sementara dia menyanyi. Walaupun aku tidak sepandai Seohyun setidaknya aku bisa memainkannya dengan cukup baik.

Ponsel Taeyeon berbunyi ditengah nyanyiannya membuatnya terpaksa berhenti sejenak.

“Yeoboseyo... Saem? Waeyo?... Emm, aku sedang latihan tapi kurasa aku bisa... Baiklah. Sampai jumpa.”

”Sica mianhe. Aku harus pergi sekarang. Tidak apa-apakan?”

“Memangnya ada apa?”

“Ada urusan penting. Tidak apa-apa ya?”

“Ne. Ceritakan padaku nanti ya.”

“Ne. Annyeong Sica.”

Aku melihat Taeyeon yang berjalan tergesa-gesa keluar ruangan. Aku hanya menarik nafas. Tinggal aku sendiri di ruangan itu. Terasa sedikit aneh memang. Aku mulai memainkan jari-jariku di atas piano mencoba menyanyikan beberapa lagu.

“Ekhem.”

Aku menoleh dan mendapati yeoja yang berasal dari Kyunghee University datang menghampiriku ke atas panggung. “Hello. Can I use the piano too?”

“Of course. I want to get some break too. By the way, I’m Jessica.” aku menawarkan tanganku untuk berjabat tangan.

“I’m Megan Jung or Jung Nayoung. You can call me whatever you want.”

Dia langsung duduk di kursi piano dan nampaknya dia tidak mau berbincang lebih lama denganku. Aku mengambil tas tanganku dan pergi ke toilet. Setelah merapihkan tampilanku aku berjalan-jalan melihat gedung itu. Sesekali menyesap kopi di tanganku yang kudapatkan di mesin kopi SM.

“Oppa!” seseorang memanggil dengan suara imutnya. Aku menoleh ke arah pintu utama SM.

Seorang yeoja berparas sangat cantik dengan tubuh ramping berdiri di samping seorang namja yang juga sangat tampan. Mereka berdua terlihat sempurna bersama. Mataku mulai panas serasa bertetes-tetes ari mata ingin jatuh. Jantungku berdegup kencang dan terasa sangat sakit. Tanganku mengepal erat.

Aku mengenal mereka berdua. Seorang yang hampir membunuhku dengan rasa sakit hati dan kecewa. Namja itu menoleh dan tatapan kami bertemu untuk sesaat. Dadaku serasa makin sakit dan seketika itu juga aku menoleh ke arah lain. Mulai melangkah menjauh. Tetes-tetes air mata jatuh membasahi pipiku.

**A-Plus**

Taeyeon POV

Aku berlari sekencang mungkin keluar dari kantor SM. Menyetop taxi dan kemudian pergi ke tempat ku dan dia berjanji untuk bertemu. Namsan Park. Akhirnya aku sampai. Aku berjalan dan melihat sekeliling, mencari sosoknya.

“Taeyeon-a” panggilnya dan aku menoleh.

“Annyeonghaseyo saem.”

“Maaf merepotkan mu untuk datang kesini. Ini kopi sebagai tanda permintaan maaf. Minumlah,udara sangat dingin.” suruhnya. “Ayo bicara sambil berjalan-jalan.”

“Ne.”

Kami berjalan-jalan di sekitar Namsan Park. Hanya senyap untuk beberapa saat. Aku melirik wajahnya beberapa kali. Bertanya-tanya apa yang ingin disampaikannya sehingga dia menyuruhku untuk kesini? Apakah sepenting itu?

“Taeyeon-ah aku akan wamil.”

Mataku membelalak. “Kapan?” tanyaku pelan.

“Minggu depan. Anehnya aku ingin kau yang pertama mendengar ini.”

Air mataku menetes dan aku hanya bisa menghentikan langkahku. Berdiri kaku tak tau harus apa.

“Taeyeon-ah gwenchana?”

Aku menundukkan kepalaku tidak ingin memperlihatkan air mataku. “Nan ottokhe?”

Leeteuk hanya berdiri menatapku bingung.

“Saranghae.” ucapku atau lebih tepatnya bisikku. Aku yakin dia tidak mendengarnya tapi kemudian dia memelukku.

“Kalau begitu tunggulah aku.”



**TBC**

No comments:

Post a Comment