May 09, 2013

[FF] Super Generation Love & Hate Story


Author: Salsabila Khansa (@_skhansa)
Cast
  • Super Junior 
  • Gilrs' Generation 
  • Byun Baekhyun
  • Jung Nayoung (author)
  • Sori (fiction)
Length: Romance
Author message: Semoga suka ya readers!! 

**Love&Hate**

Koridor yang tadinya terasa tenang tiba-tiba saja menjadi riuh karena datangnya dua gerombolan super populer di kampus itu. Nayoung juga melangkahkan kakinya keluar kelas, ingin melihat dua gerombolan populer itu.

“Nayoung ssi mau melihat juga?” tanya Baekhyun yang dijawab hanya dengan anggukan.

Tiffany memimpin jalan di depan, kaca mata hitamnya membuatnya terlihat semakin angkuh. Tidak hanya Tiffany melainkan semua anggota memasang wajah angkuh mereka. Tapi bukan tatapan benci yang mereka dapat malah tatapan iri dari para yeoja dan tatapan kagum dari para namja.


Para gerombolan SuJu juga tidak mau kalah, berjalan dengan angkuh sambil sesekali menebar senyum maut mereka pada beberapa yeoja. Siwon yang bisa dikatakan paling sempurna di SuJu pun memimpin di depan.
Nayoung berdiri dikerumunan di samping kanan. Mata tajam Jessica melihatnya. “Nayounga!!”

“Onnie!”

Jessica memeluk Nayoung dengan cepat. “Omomo. How are you? Long time no see. I really miss you Nayounga!”

“Nado, onnie jinja bogosipho.”

“Girls, perkenalkan she is my cousin from U.S.A, her name is Jung Nayoung.”

“Annyeonghaseyo. Jung Nayoung imnida. Onnideul mannaseo bangapseumnida.”

“Senang bertemu dengan mu juga Nayounga.” jawab Seohyun serta senyuman dari para anggota lainnya.

**Love&Hate**

Sebuah mobil mewah berwarna pink berhenti tepat di depan rumah keluarga Kim.

“Apa kau benar-benar tidak mau ikut shopping bersama kami siang ini Sica?” tanya Taeyeon.

“Tidak. Aku ingin tapi aku ada urusan lain.” jawab Jessica.

“Baiklah. Terima kasih sudah mengantarku. Annyeong!”

“Annyeong Taengoo!”

Jessica kembali menjalankan mesin mobilnya, sekarang menuju ke rumahnya yang hanya berjarak beberapa blok dari rumah keluarga Kim.

Para pelayan berjejer memberi salam pada Jessica ketika dia memasuki rumahnya. Hal ini sudah menjadi kebiasaan sejak dulu.

**Love&Hate**

Donghae POV

Aku berjalan ke arah tempat aku memarkirkan motorku. Menenangkan diri di taman kota memang cara paling ampuh buatku. Aku bersiul-siul sepanjang trotoar. Mataku mulai beraksi melihat para yeoja cantik dengan rok mini. Ini sudah kebiasaan dan naluri seorang pria sepertiku kan?

BRUKK

Seorang anak kecil berlari menabrakku dan membuatku terhuyung dan jatuh terduduk. “Yakk!!” teriakku. “Sialan! Siapa sih anak itu?” ucapku murka sambil berusaha berdiri dan mengusap bokongku yang terasa sangat sakit.

Mataku  sekarang tertuju pada sebuah buku. Pasti itu punya anak itu. “Hey! Kau menjatuhkan bukumu!”

Aku mengejarnya. Syukurlah anak itu masih terlihat. Aku berlari ke jalanan yang makin sempit dan sedikit mendaki. Sampai akhirnya aku menemukan sebuah gerbang rumah yang terlihat sedikit kumuh. Gerbangnya sedikit terbuka, aku mengintip.

Mataku melebar melihat seorang yeoja yang sedang tertawa bersama sekumpulan anak-anak yang terlihat seperti anak jalanan. Aku mengenal yeoja itu. Walaupun pakaiannya lebih sederhana dari biasanya.
“Berhati-hatilah nona. Sekarang aku memegang rahasia besarmu.” aku tersenyum licik.

**Love&Hate**

Jessica POV

Setelah memastikan penampilanku di cermin, aku keluar dari toilet. Aku melihat si tuan playboy Lee Donghae sedang menggoda beberapa yeoja di koridor. Aku hanya mengibaskan rambutku dan berlalu.

“Hey, nona Jung.” sapa Donghae yang entah bagaimana sudah berada disampingku.

Aku memutar bola mataku. “Pergi urusi yeoja mu saja sana. Jangan ganggu aku!”

“Aku tidak tahu bahwa seorang Jessica Jung bisa bergaul dengan gembel.”

“Apa maksudmu?”

“Aku melihatmu dengan para anak-anak jalanan. Apa jadinya ya kalo teman-temanmu yang terhormat itu tahu akan hal ini?”

Langkahku terhenti. Bagaimana mungkin dia bisa tahu akan hal ini? Sial! Dia sudah tau rahasia terbesarku.

“Sica, kami menunggumu dari tadi.” ucap Taeyeon dan member-member lainnya berada tepat di belakang Taeyeon.

“Apa yang kau lakukan dengan pecundang itu?” sindir Tiffany.

"Tidak ada. Dia sedang menggangguku. Hanya itu." aku melangkah menuju teman-temanku.

"Ingat nona Jung, urusan kita belum selesai!" teriak Lee Donghae.

**Love&Hate**

Sudah seminggu ini si bajingan itu tetap menggangguku. Sial! Dia tidak memberitahuku apa yang dia inginkan. Apa dia hanya ingin mengganggu hidupku saja? Menyebalkan!

Taeyeon dan aku datang sedikit terlambat dari biasanya. Sepanjang koridor semua orang menatap kami. Tapi tatapan mereka kali ini terasa seperti tidak biasa. Bukan tatapan kagum tapi tatapan jijik. Ada apa ini?

Taeyeon menatapku bertanya-tanya. "Apa ada yang salah dengan penampilan kita?" bisik Taeyeon. Aku hanya mengangkat kedua bahuku menandakan tidak tahu.


Kami berdua memasuki kelas. Tiffany, Hyo, dan Sunny sudah berada di kelas saat kami tiba. Mereka seperti sedang membicarakan sesuatu yang penting. 

"Kalian sedang membiacarakan apa?" tanyaku.

Tidak ada yang menjawab. Suasananya terasa aneh dan tatapan mereka sangat dingin.

"Apa maksudnya ini Sica?" ucap Tiffany.

Sebuah artikel-yang nampaknya habis mereka rampas dari mading sekolah-mereka tunjukan padaku.

'SEORANG JESSICA JUNG BERGAUL DENGAN GEMBEL'

Nafasku tercekat ketika membaca artikel itu. Foto-fotoku bersama segerombolan anak-anak jalanan terpampang di artikel itu. Siapa yang membuat artikel ini? Aku menggigit bibir bawahku.

**Love&Hate**

Donghae POV

Sambil menenteng helm di tanganku, aku berjalan menyusuri koridor sambil bersiul-siul ria pada beberapa yeoja yang kulihat. Aku sampai di kafetaria dan melihat teman-temanku sedang berkumpul di meja langganan kami.

"Hey!" teriakku pada mereka.

"Hae ppali!!" Eunhyuk berteriak dengan semangatnya.

"Ada apa?" 

"Lihat ini!" Shindong memberiku sebuah kertas artikel. "Berita besar!"

'SEORANG JESSICA JUNG BERGAUL DENGAN GEMBEL'

Mataku melebar membaca artikel itu. Apa-apaan ini? Jadi bukan hanya aku yang tau rahasia si nona Jung itu. Sial! Aku kehilangan kartu AS ku kalau begini.

"Ya ampun!" ucapku sambil menepok jidatku.

"Kenapa Hae?" tanya Leeteuk dan aku hanya menggeleng.

"Kita harus merayakan pesta atas ini? Betulkan Siwon?" ucap Eunhyuk.

"Bagaimana kalau di barku nanti malam?" usul Kangin.

"OK!!" sorak mereka semua.

Huh! Siapa yang menyebarkan ini semua sih. Bukan hanya kehilangan kartu AS tapi bagaimana kalau si nona Jung itu menyangka kalau aku yang menyebarkannya. Ah sial!

**Love&Hate**

Aku melangkahkan kakiku ke tempat yang seminggu lalu kudatangi. Syukur otakku masih mengingatnya. Aku mengetuk gerbang kumuh itu. Seorang anak perempuan yang manis membukakan gerbang itu untukku. Matanya menatapku dingin.

"Annyeong!" sapaku sambil tersenyum.

"Siapa kau?" tanyanya dingin.

"Aku Lee Donghae. Aku temannya nona Jung, ah maksudku Jessica."

"Jessica siapa?"

"Kau tidak tau Jessica? Jessica Jung?" tanyaku dia tetap menggeleng. "Sica?" tanyaku lagi dan dia masih menggeleng. "Tetap tidak tau? Lalu yeoja yang sering bermain bersama kalian di sini itu siapa. Yeoja cantik itu."

"Oh itu. Itu Sooyeon unnie."

Aku menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal. Sooyeon? Apakah dia memakai nama samaran ya?

"Ah baiklah. Aku adalah temannya Sooyeon. Apa aku boleh masuk?"

Aku melihat keraguan di matanya.

"Tenang saja! Aku tidak akan berbuat jahat kok. Aku hanya ingin bertemu Sooyeon. Boleh ya?"

Anak itu akhirnya mengangguk dan membuka gerbang itu lebih lebar, cukup untuk tubuhku melewatinya. Ada sekitar tujuh orang anak menyambutku dengan tatapan persis seperti anak sebelumnya tujukan padaku.

"Annyeong! Aku Lee Donghae. Aku teman Sooyeon, jadi jangan khawatir. Aku tidak akan berbuat jahat kok."

Aku mengedarkan pandanganku melihat rumah itu. Rumah itu kumuh sekali. Apa anak-anak itu tinggal di tempat ini?  Anak-anak itu kembali ke dalam rumah itu kecuali seorang anak perempuan berusia sekitar delapan tahun yang tadi membukakan gerbang untukku.

"Siapa namamu?" tanyaku.

"Sori."

"Kenapa banyak sekali anak-anak disini?"

"Kami semua di sini adalah anak-anak yang diterlantarkan."

"Begitu ya?"

"Sooyeon unnie menemukan kumpulan kami dan membawa kami kemari sebulan yang lalu."

"Apakah dia sebaik itu?"

"Tentu saja. Dia bagaikan dewi bagi kami. Dia membeli rumah ini untuk kami dan datang kesini setiap hari untuk memberikan kami makanan enak."

"Anak-anak aku datang!" seorang yeoja memasuki gerbang yang tadi aku masuki.

Tidak salah lagi bahwa yeoja itu adalah si nona Jung. Anak-anak yang tadinya ada di dalam satu-persatu berlari keluar dan memeluknya termasuk Sori. Anak-anak itu terlihat sangat bahagia ketika Jessica datang.

Untuk sesaat Jessica sibuk dengan anak-anak itu dan tidak menyadari kehadiranku tapi setelah itu pandangan kami bertemu dan...............

"NEO!" teriaknya. Dia berjalan mendekatiku.

"Hallo nona Jung." sapaku.

"Apa yang kau lakukan di sini?" ucapnya setengah berbisik.

"Sooyeon unnie apakah kau tidak mengenalnya? Minahe unnie aku yang memperbolehkannya masuk ke sini. Aku salah!"

Jessica sedikit berjongkok menyejajarkan tubuhnya dengan Sori. "Ani Sori ya. Aku mengenanlnya kok. Dia teman sekolahku. Aku hanya kaget melihatnya di sini. Ini makanlah! Kalian makanlah dulu. Aku ingin berbicara dengan oppa ini dulu."

Anak-anak itu menurut dan masuk ke dalam rumah. Sekarang Jessica berdiri tepat di depanku dan menatapku tajam. "Kembali kepembicaraan. Apa yang kau lakukan disini?"

"Itu... Itu... Mmm... Aku hanya ingin memastikan bahwa kau tidak mengira bahwa aku yang menyebarkan berita itu."

"Kalau bukan kau siapa lagi? Cuma kau yang mengetahuinya dan kau selalu mengancamku akan menyebarkan hal inikan?"

"Tapi aku berani bersumpah itu bukan aku."

"Sudahlah. Sebaiknya kau pergi. Kedatanganmu kesini tidak akan membuatku percaya itu semua, tau? Kau tau gara-gara artikel itu teman-temanku sekarang menjauhiku. Aku yakin bagi SuJu ini pasti berita yang membahagiakan."

Bahkan sebelum aku sempat mengeluarkan kalimat pembelaanku, Jessica sudah menarik tanganku dan menggiringku keluar.

TBC

6 comments:

  1. Replies
    1. iya, ditunggu yah...
      makasih udah komen :)

      Delete
  2. Thor..ini udh ada lanjutan nya???aq bru bca nie

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum ada nih.. masih proses. hehe, tunggu ya! makasih ya udah komen :)

      Delete
  3. ya ampun keren thor lanjut ne gak sabar :D

    ReplyDelete