September 28, 2011

[FF] [Oneshoot] Mianhe My Wife


Author : Salsabila Khansa (@_skhansa)
Main cast 
  • Lizzy (After School), 
  • Dujun (B2ST)

Support cast : Nana (After School), G.Na
Length : Oneshoot

+++++++ 
Ini sudah bulan kedua aku menikah dengan Dujun oppa. Kau tau, aku sangat mencintainya. Walaupun dia selalu bersikap cuek padaku, aku tetap mencintainya. Kami bisa bertemu karena eomma kami.

Saat pertama bertemu dengannya aku langsung menyukainya. Aku tidak tau kenapa jantungku langsung berdegup sangat kencang seperti dadaku akan meledak.

Aku memberi tau perasaanku ini pada eomma dan eommaku dan eommanya mengatur pernikahan kami. Aku tau Dujun oppa tidak terlalu senang dengan pernikahan kami. Dan aku tau dia terpaksa menikah denganku, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja, aku akan berusaha mendapatkan hatinya.

“Oppa sudah pulang?” tanyaku ketika Dujun oppa masuk ke kamar. “Kenapa tidak memberi salam?”

“Aku capek” jawabnya dan langsung merebahkan diri di ranjang.

“Beristirahatlah. Aku tidak akan mengganggumu” jawabku dan langsung menjauh

‘Jangan menangis! Kau harus bertahan Lizzy. Hwaiting!’ batinku.
Kau sudah biasa diperlakukan seperti itu jadi jangan menangis.

“Hoaamm. Aku ngantuk. Sebaiknya sekarang aku tidur”

Aku lalu merangkak ke tempat tidur.

“G.Na noona”

“G.Na noona nugu?”

Dujun oppa mengigau. G.Na noona nugu? Apakah G.Na noona adalah yeoja yang oppa sukai. Apa benar oppa menyukai seseorang.

Aku membaringkan kepalaku di bantal. Aku mencoba tidur tapi rasa kantukku sudah hilang digantikan dengan rasa penasaranku.G.Na noona?
+++

Aku terbangun sangat pagi hari ini. Hari ini aku akan berusaha menyenangkan hati Dujun oppa. Aku akan membuatkan sarapan special untuknya.

“Oppa anyeong” sapaku

“Anyeong”

“Aku membuatkan nasi goreng untukmu. Sekarang duduk dan makanlah”

“Joa”

“Oppa” aku menyenderkan kepalaku di bahunya

Waeyo?”

“Oppa maukan menemaniku jalan-jalan. Aku bosan di rumah oppa”

“Aniya aku sibuk”

“Ayolah oppa. Oppa jebalo .. jebal!”

“Aniya!” dia melepaskan tangannya keras dan menjauhkan dirinya dariku “Sekali tidak tetap tidak. Arraso?”

Kenapa kau selalu begitu? Waeyo oppa? Aku sangat mencintaimu oppa, tapi kenapa kau tidak pernah mencintaiku seperti aku mecintaimu.
+++
Karena bosan aku memutuskan untuk jalan-jalan sendiri. Aku memilih pergi ke sebuah cafe. Aku hanya terbengong. Fikiranku masih terfokus pada kejadian tadi pagi. Apa mungkin dia marah karena aku dia berpisah dengan yeoja yang bernama G.Na itu? Apa benar begitu? Otthokaji? Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak ingin meninggalkan Dujun oppa karena aku sangat mencintainya. Tapi ....

“Dujun oppa?” tatapanku tertuju pada seorang namja yang kuyakini adalah Dujun oppa dan seorang yeoja. Siapa yeoja itu?

Yeoja itu apakah G.Na? Sekarang apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus menghampiri mereka? Aku benar-benar membutuhkan saran. Tapi siapa yang bisa ku ajak bicara?

Lalu sekarang apa yang harus kulakukan? Apa aku harus mengalah saja hari ini? Kurasa itu memang lebih baikkan? Sebaiknya aku pulang!
+++

Sepanjang jalan aku hanya memikirkan hal tadi. Aku hanya memikirkan apakah aku terlalu bodoh karena mencintai orang yang tidak mencintaiku? Benarkah aku terlalu bodoh? Hfft ....
Sesampainya di rumah aku hanya duduk bengong. Kini yang kuharapkan hanyalah kejelasan. Apakah Dujun oppa mencintaiku atau tidak. Apakah dia menginginkan aku pergi? Dan siapa G.Na itu?

‘Klel’
Pintu apartement kami terbuka.

“Oppa sudah pulang”

“Ne”

“Oppa aku ingin bicara sebentar boleh?”

“Mworagu?”

“Oppa apakah kau mencintaiku?”

“Mwo?”

“Siapa G.Na itu? Oppa tolong jawab pertanyaanku!”

“Dari mana kau tau tentang G.Na. Apakah kau memata-mataiku?”

“Oppa menemuinyakan tadi? Aku tidak memata-mataimu. Kau sering mengigau dan menyebut namanya bagaimana mungkin aku tidak tau. Oppa apakah kau mencintaiku? Kenapa kau menikah denganku?”

“Hentikan semua pertanyaan konyolmu itu!” teriaknya

“Pertanyaan konyol? Ini semua penting bagiku! Oppa apakah kau membenciku?”

“Ne! Kau tau aku sangat membencimu! Kau sangat kekanak-kanakan dan manja! Aku tidak suka kau menjadi istriku. Gara-gara kau aku kehilangan G.Na noona. Yeoja yang sangat aku cintai! Puas? AKU SANGAT MEMBENCIMU!” teriaknya lagi lalu naik ke lantai atas.

Aku terduduk di sofa. Apa benar yang ku dengar tadi? Dia membenciku? Aku sangat kekanak-kanakan? Benarkah dia mengatakan itu semua? Ataukah ini cuma mimpi? Tolong bangunkan aku. Aku tidak suka dengan mimpi ini.

Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Tangisku pecah. Otthokaji? Sekarang aku harus bagaimana? Dia betul-betul membenciku!
+++



+++
Lizzy POV

Aku memutuskan untuk pergi sementara waktu dari kehidupan Dujun oppa.  Aku tau ini tidak akan membuatnya berhenti membenciku tapi setidaknya dengan begini dia akan lebih bahagia.

Aku menyetop taxi di depan gedung apartementku. Aku sengaja pergi ketika Dujun oppa masih tidur.

“Kita akan kemana?”

“Ke kawasan Kangnam!”

Aku akan tinggal bersama sahabatku untuk sementara waktu.
Aku mengetok pintu apartement temanku.

“Nana” sapaku ketika dia membuka pintu

“Lizzy kau sudah datang. Bagaimana kabarmu? Masuklah!”

“Aku baik. Kau sendiri?”

“Baik”

“Aku sudah mengatakannya kemarin lewat e-mail. Jadi aku bolehkan tinggal di apartementmu?”
“Keuromnyo. Kau inikan temanku”
+++

Dujun POV


Hari ini aku akan bertemu dengan G.Na noona. Sejak Lizzy pergi aku perlahan menjalin hubungan lagi dengan G.Na noona.

Hari ini entah kenapa perasaanku aneh sekali. Rasa kosong menyelinap ke hatiku. Aku sendiri tidak mengerti kenapa perasaan ini mulai muncul.

Aku menuju cermin di kamarku untuk merapihkan pakaianku sebelum bertemu G.Na noona. Aku menoleh ke arah foto Lizzy di meja rias.


Dia sangat cantik dalam foto itu. Aku tidak pernah menyadari kalau dia sangat cantik. Sudah satu bulan ini dia pergi.

“Lizzy bogoshipo”

Apa yang barusan kukatakan? Aku merindukannya?
Tapi memang seperti ada yang kosong dalam diriku ketika dia pergi.
+++

“G.Na noona maaf membuatmu menunggu”

“Tidak apa-apa. Duduklah!”

Aku sekarang benar-benar tidak fokus. Kenapa Lizzy selalu membayangi fikiranku?

“Dujun apa kau mendengar perkataanku?”

“Mwo?”

“Kau tidak memperhatikanku ya? Ada yang mengganggu fikiranmu?”

“Ah .. itu..”

“Ceritakanlah!”

“Belakangan ini entah kenapa diriku selalu merasa kosong”

“Karena Lizzy pergi?”tanya G.Na noona

“Itu ..”

“Benarkan? Sudah kuduga! Dujun sepertinya kau telah jatuh cinta pada Lizzy. Kau merasa kosong ketika dia pergi. Itu berarti kau mencintainya. Dujun carilah Lizzy. Dia pasti menunggumu di suatu tempat”

“Tapi bagaimana dengan hubungan kita noona?”

“Sebenarnya aku sudah tau pasti kalau akan berakhir begini. Aku sudah menyiapkan diri dari awal, jadi tenanglah. Aku akan selalu menjadi temanmu. Lagipula aku tidak mau jadi perebut suami orang”
+++

Mianhe Lizzy. Mianhe my wife. Aku tau kalau aku sudah terlalu banya menyakitimu. Kembalilah Lizzy.
Aku harus mencarimu kemana sekarang? Kembalilah! Jebal!
+++

Lizzy POV

Sudah satu bulan. Oppa apakah kau juga merindukanku? Aku sangat merindukanmu. Jeongmal bogoshipo!

“Lizzy bagaimana kalau kita kedokter? Bukannya belakangan ini kau mengeluh kepalamu selalu pusing?”

“Aniya. Aku tidak mau keluar.”

“Aigoo .. Kau sudah satu bulan mengurung diri dan tidak pernah keluar. Kedokter sebentar tidak akan membuat mu bertemu Dujun”

“Tetap saja aku tidak mau keluar. Aku hanya memerlukan istirahat! Arraso?”

Aku berjalan menuju kamar. Aku hanya memerlukan istirahat agar kembali pulih. Tidur beberapa jam saja pasti akan membuatku sehat kembali.
+++

Keesokan paginya....

“Lizzy kau sudah bangun!” sapa Nana ketika melihatku keluar dari kamar. Aku ingin menyapanya tapi tiba-tiba perutku mual sekali. Aku langsung berlari ke kamar mandi. Ada sesuatu yang mengganjal di perutku yang membuatku sangat tidak nyaman.
Nana menyusulku ke kamar mandi.

“Lizzy gwenchana? Sudah kubilang sebaiknya kita ke dokter. Kurasa keadaanmu semakin memburuk”oceh Nana

“Aniya. Aku tidak mau!”

Mual diperutku perlahan membaik. Aku lalu beraktivitas seperti biasa. Makan, menonton TV, atau membaca buku. Itulah yang selalu kulakukan selama bersembunyi di apartement Nana. Untung saja Nana berbaik hati membelikanku buku atau majalah baru agar aku tidak bosan. Aku takut kalau aku keluar, aku akan bertemu dengan Dujun oppa. Untuk sementara ini aku tidak mau bertemu dengannya. Aku tidak tau seberapa lama waktu sementara ini. Aku juga tidak tau seberapa lama aku akan bertahan.

Ketika sore hari tiba rasa mualku kembali datang. Ada apa denganku. Aku benar-benar tidak suka dengan keadaan ini. Kepalaku juga menjadi pusing.

Huek ... aku berlari ke kamar mandi. Huek .. huek ..

Kepalaku terasa semakin pusing. Kesadaranku perlahan menghilang dan aku tidak mengingat apapun lagi.
+++

Aku mengerjap-ngerjapkan mata. Aku dimana? Aku menoleh ke samping. Disana ada Nana dan seorang namja berpakaian serba putih.

“Nana?” ucapku lirih

“Ne, Lizzy sekarang kau sedang berada di rumah sakit. Tadi aku menemukanmu di kamar mandi”

“Pingsan?”

“Eum..”

Setelah sadar dokter langsung mengizinkanku untuk pulang.

“Nana sebenarnya ada apa denganku?” tanyaku ketika kami sampai di rumah

“Itu ...”

“Katakanlah. Jebal!”

“Kau hamil Lizzy”

“Mwo? Jinja?”

“Ne. Tapi kndunganmu lemah. Kau sebaiknya kembali pada suamimu. Dia berhak tau tentang keadaanmu ini”

“Aniya. Dia tidak akan menyukai kabar ini. Hisk..” tangisku pecah.

Nana memelukku “Aku yakin ini akan baik-baik saja. Lizzy sekarang kau membutuhkan seseorang untuk melindungimu”

“Aniya!” teriakku lalu berlari ke kamar
Tanpa terasa aku tertidur.
+++

Dujun POV

Akhirnya aku menemukanmu Lizzy. Sekarang aku akan menjemputmu! Tunggulah aku. Aku tau kau banyak menderita karena aku. Mianhe my wife!

Aku masuk ke dalam mobilku. Aku akan pergi ke kawasan Kangnam.

‘Tok-tok’

Aku mengetuk pintu apartement bernomor 149.

“Anyeonghaseyo.”sapaku “Naneun Dujun imnida”

“Ah. Masuklah! Dia ada di ruangan itu” tunjuk yeoja itu “Dia masih tidur sekarang”

“Ah. Gomawo!”

Aku berjalan ke arah ruangan yang ditunjuk yeoja itu. Aku membuka perlahan ruangan itu. Aku masuk dan melihatnya tengah tertidur pulas. Air mataku menetes. Kini aku sadar bahwa aku sangat merindukannya.



Aku mendekat dan duduk di sampingnya. Perlahan dia membuka matanya.

“Dujun oppa?” ucapnya kaget

“Ne. Ini aku”

“Kenapa kau bisa ada di sini”

Aku lalu memeluknya mengusap punggungnya lembut. “Bogoshipo!”

“Mwo?”

“Aku sudah tau semuanya dari temanmu. Mianhe Lizzy. Mianhe my wife. Kembalilah”

“Hajiman ...”

“Sarangheyo. Jeongmal sarangheyo” aku melepaskan pelukanku dan melihat ke arah meta indahnya. Aku mengecup keningnya.

“Oppa tidak bercandakan?”

“Ani. Aku serius. Aku sudah menyadari perasaanku yang sesungguhnya padamu. Kau maukan memaafkanku?”

Dia lalu memelukku. “Ne. Aku mau!”
+++

Lizzy POV

Aku sangat senang mendengar perkataan Dujun oppa padaku. Kalau ini hanya mimpi aku tidak ingin terbangun lagi. Akhirnya aku mendapatkan kebahagianku! Kebahagiaanku yang sesungguhnya.

-THE END-

Lizzy and Dujun apartement.
Source: mbah google

FF baruku akhirnya kelar ... Hehe .. Gimana??? Bagus ngga? Jangan lupa comment ya chingu ! Gomawo..... Don't forget to comment!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

4 comments: