August 01, 2011

[2/2] [FF] I’m Waiting For You Girl


Author: Salsabila Khansa (@_skhansa)
Main cast: Bang Cheol Yong (Mir) ,  Im Jin Ah (Nana)
Support cast: Kim Ki Bum (Key), Im Yoon Ah (YoonA)
Genre: Romance
Length: Two-shoot
Disclaimer: Cerita ini hanya khayalan author semata. Semua cast milik mereka  sendiri.
Previous part: Part1
+++++++++++++++++++++++++++++

'Previous Story'



“Ya, aku mencintaimu Nana. Would you be my girlfriend?”

“Tapi .. Maaf Mir ssi aku butuh waktu.” dia pergi meninggalkanku sendiri. Ada apa dengannya? Apa dia tidak menyukaiku?
+++

Keesokan harinya aku datang ke taman itu lagi. Ada yang aneh hari ini. Aku tidak melihat Nana padahal biasanya dia sudah menungguku di bangku taman. Aku mendekati bangku itu dan aku menemukan sepucuk surat. Surat itu ditujukan untukku.

Halo Mir ssi …

Maaf … karena saat kau datang ke taman ini kau tidak dapat langsung bertemu denganku melainkan hanya sepucuk surat dariku. Terima kasih untuk semua yang telah kau lakukan untukku. Aku sungguh-sungguh berterima kasih!

Mir ssi, aku harus pergi ke tempat yang jauh dan aku tidak tau kapan bisa kembali menemuimu. Percayalah, aku pergi bukan karena aku tidak menyukaimu. Kepergianku ini sangat mendadak. Jangan tunggu aku karena aku sendiri tidak tau kapan aku akan kembali. Hiduplah dengan tenang Mir ssi ! Carilah wanita lain agar kau bisa tersenyum dan bahagia.

Kurasa hanya ini yang ingin aku katakan padamu Mir ssi. Oh ya, satu lagi aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu padaku! Semangat Mir ssi!!

Nana (Im Jin Ah)

Butiran-butiran krystal kecil perlahan jatuh membasahi pipiku. Kenapa? Kenapa kau meninggalkanku Nana. Kumohon jangan tinggalkan aku. Kembalilah. Kumohon!
“NANAAAAAAAAAA ….. !!!!”

_Flashback End_

Sudah tiga tahun kau meninggalkanku Nana. Taukah kau betapa aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Jadi kembalilah. Kumohon kembalilah!

Leggo everybody on the left
Everybody on the right
Everybody, everybody in the house say
Lalalalala, oh lalalalala
Oh lalalalalala

Ponselku tiba-tiba berdering memperdengarkan bait pertama lagu Monalisa dari MBLAQ.

“Ya! Mir ponselmu berbunyi!” teriak Key

“Ya, aku tau” jawabku

“Halo?”

Tidak ada yang menjawab. Aku melihat layar handphoneku, nomer asing.

“Halo?” sekali lagi aku bertanya.

“Halo akhirnya dia menjawab. Dia seorang wanita! Suaranya tidak terlalu asing bagiku. Tapi siapa?

“Siapa ini?”

“Apa kau sudah tidak ingat suaraku?”

“Maaf. Aku sedikit pelupa. Tapi kau ini siapa?”

Dia hanya sedikit terkekeh. “Temui aku di taman di daerah Yeoksam-dong”

“Apa?”

‘Tut-tut’

Dia memutuskan sambungan telponnya. Siapa dia sebenarnya? Karena penasaran aku pergi ke tempat yang dia sebutkan.

“Yak! Mir kau mau ke mana?”

“Pergi sebentar. Tolong jaga rumahku sebentar ya!”

Saat tiba di taman itu aku baru sadar kalau ternyata itu taman dekat rumah Key. Ketika sampai aku melihat seorang wanita sedang berdiri membelakangiku. Aku mencoba mendekatinya.

“Siapa ya?” tanyaku

Dia berbalik “Kau benar-benar tidak mengingat aku huh’?” tanyanya.

“N..Na..Nana. Kau benar-benar Nana.” aku langsung memeluknya. Kali ini tidak akan kubiarkan dia pergi lagi dari pelukanku. “Jangan pergi lagi!”

Aku bisa merasakan air matanya membasahi bajuku. “Akhirnya kau kembali. Tidak sia-sia aku menunggumu.”

“Apa? Kau menungguku?”

“Ya. Lama sekali”

‘Bukk’

Dia memukul dadaku dengan tasnya. “Aww, sakit!”

“Sudah kubilang kau jangan menungguku Mir bodoh!”

“Yak! Hentikan, kau bisa membunuhku kalau kau terus memukulku!”

Akhirnya dia berhenti memukulku dan... dia menangis?

“Kenapa kau menangis?”

“Sudah kubilang kau jangan menungguku. Itu hanya akan membuatmu tidak bahagia.”

“Siapa bilang. Aku bahagia menunggumu! Apa kau tidak lihat senyum di mukaku huh’?”

“Jadi kau bahagia?”

“Ya. Jadi tenang saja. Baiklah sekarang ceritakan padaku kemana saja kau? Kenapa meninggalkanku dengan tiba-tiba?”


_Flashback_ (Nana POV)

Aku benar-benar kaget saat Mir bilang dia mencintaiku. Sebenarnya aku tau kalau aku juga mencintainya tapi aku tidak bisa menerimanya. Karena …

‘BRUKK’

Aku terjatuh semuanya tiba-tiba gelap tapi aku masih bisa mendengar pelayanku memanggil-manggilku.

“Nona. Nona apakah kau baik-baik saja? Nona? Tolong..tolong”
+++

Aku mencoba membuka mataku yang terasa sangat berat. Kepalaku sangat pening. Aku dimana? Semuanya terlihat serba putih. Apa aku di surga?

“Nana kau sudah sadar?” aku menoleh ke samping.

“YoonA eonni aku di mana?”

“Kau di rumah sakit. Tadi kau pingsan di rumah.”

“Eonni apa aku masih bisa bertahan?”

“Kau jangan pesimis Nana” YoonA eonni memelukku, aku menangis di pelukannya. “Aku yakin kau akan selamat. Percayalah padaku! Aku akan selalu di sampingmu, mengerti?”

“Iya”

“Nana!”

“Ayah? Ibu?”

“Kita akan ke New York besok”

“Apa? Tapi kenapa? Untuk apa?”

“Keadaanmu memburuk. Dokter telah merujukmu ke rumah sakit terbaik di New York. Katanya mereka dapat mengusahakanmu untuk sembuh.”

“Tapi …”

“Ayah, ibu biar aku bicara sama Nana sebentar” ayah dan ibuku akhirnya keluar menuruti perkataan kakakku.

“Nana apakah ada yang membebanimu untuk pergi?”

“Iya” aku mengangguk.

“Apakah ini tentang pria yang pernah kau ceritakan padaku?”

“Iya” sekali lagi aku mengangguk.

“Kalau begitu, kau harus pergi ke New York besok”

“Apa? Kenapa?”

“Kau mencintainyakan? Kalau iya, kau harus berusaha untuk sembuh agar bisa bersamanya.”


Setelah memikirkannya sebentar akhirnya aku menuruti perkataan kakakku itu. “Baiklah eonni!”

Sebelum ke New York aku ingin menyampaikan surat yang sudah kutulis untuk Mir. Aku tidak tau apakah aku akan sembuh dari penyakit ini atau tidak. Tapi aku akan berusaha karena aku ingin terus bersama denganmu, Mir ssi.


_Flashback End_ (Nana POV End)

“Sebenarnya kau sakit apa Nana? Lalu apa yang terjadi setelah itu?”

“Aku sakit leukemia sejak lima tahun lalu. Aku menjalani terapi selama tiga tahun ini. Rasanya sakit, sakit sekali, berkali-kali rasanya aku ingin menyerah saja, tapi setiap aku ingin menyerah kau selalu muncul dalam pikiranku sampai akhirnya dokter menemukan sumsum tulang yang cocok untukku dan aku dinyatakan sembuh total. Aku benar-benar bersyukur karena Tuhan masih membiarkan aku hidup. Ini adalah mukzisat yang sangat besar untukku.”

“Maaf, membuatmu begitu menderita. Tapi aku senang karena aku bisa menguatkanmu Nana.”

“Mir ssi?”

“Kenapa?”

“Apakah penawaran itu masih berlaku?

“Penawaran? Penawaran apa?”

“Penawaran saat kita terakhir kali bertemu.”

“Eum.. gimana ya?” jawab Mir berlagak seperti orang yang sedang berfikir.

“Kurasa sudah tidak berlaku lagi ya?” jawabku. Aku berdiri hendak pergi tapi tiba-tiba Mir menarik tanganku dan… ya ampun dia menciumku tepat di bibir.

“Tentu saja itu masih berlaku sayang”

“Apa? Sayang?”

“Kau menerimakukan?”

“Terima kasih Mir ssi. Eum .. maksudku sayang. Hehe ..”

_THE END_

3 comments:

  1. walupun pendek, tapi keren... Nana dipasangkan sama siapa aj oke, Nana fighting.... kalo bisa Nana sama Seungho dong

    ReplyDelete